Wulan
(0 Responden)
Oleh Anik Magelang   
Jumat, 11 Januari 2008
Halaman 2 dari 2 Halaman

S
etelah putus dengan pacarnya, Wulan berkonsentrasi dengan ujian nasional bagi kelulusannya. Namun, ketika tinggal dua bulan dia akan mengikuti ujian nasional, seorang manager musik datang ke rumah menemui bapakku dan menyatakan akan merekrut Wulan jika Wulan bersedia. Bapakku pada dasarnya tidak keberatan jika Wulan mau, namun mengingat sudah dekatnya waktu ujian kelulusan, bapakku mengijinkan dengan syarat. Syaratnya adalah Wulan tidak boleh diberi jadwal bermusik yang padat. Dan bersepakatlah mereka setelah Wulan dengan suka cita menyambut tawaran itu.

Wulan (kiri) sedang berlatih di studio bersama teman satu grupnya, Citra (kanan).
Wulan (kiri) sedang berlatih di studio bersama teman satu grupnya, Citra (kanan).

Wulan bergabung dengan satu grup band musik bernama Permaisuri. Semua anggotanya, berlima cewek. Sampai saat ini, mereka sudah cukup sering mendapat kesempatan untuk tampil bermusik di berbagai even dan di beberapa kota sekitar Jateng-DIY. Jika dihitung-hitung, Wulan bergabung dengan mereka belum ada satu tahun. Dia tampak bahagia setiap hari. Itu yang paling penting.

Begitu lulus sekolah tingkat atas, Wulan memutuskan untuk tidak melanjutkan ke bangku kuliah. Dia bertekad bulat untuk lebih serius menekuni dunia musik. Bukan karena hingar-bingar jagad entertainment di Jakarta, bukan karena silau akan glamour kehidupan pemusik yang sukses di tanah air, tapi lebih karena akses ekspresi dirinya yang terwadahi dan tersalurkan dengan baik. Ini membuatku sangat bangga, karena komitmennya yang kuat pada kesadaran potensi, minat, dan keahliannya.

Yang lebih membuatku terharu adalah kemauannya untuk berkembang. Setiap hari, begitu bangun tidur, dia akan langsung memegang gitar mencari-cari akord dan nada yang pas, menyetel CD, mendengarkan musik orang lain dan belajar. Dia tidak pernah berhenti belajar untuk memperbaiki teknik bermainnya. Paling tidak, dua jam lamanya dia berkutat dengan gitar di pagi hari begitu dia membuka matanya. Setelah mengantar ibuku ke pasar, dia akan kembali berkutat dengan gitarnya. Sore sampai malam hari dia ke studio berlatih bersama grup bandnya. Itu dia lakukan setiap hari. Pada akhir pekan, dia biasanya manggung entah di mana.

Dia tidak berhenti hanya dengan itu saja, dia ingin belajar alat musik lain. Dia ingin belajar bermain biola. Begitu dia lulus sekolah, dana kuliah yang sudah disiapkan orangtuaku dia minta untuk membeli biola yang bagus. Dia minta diajari temannya yang bisa bermain biola. Cukup hanya dengan tahu sedikit teknik dasar menggesek, dia mulai mengeksplorasinya. Dalam waktu dua hari, dia sudah bisa memainkan sebuah lagu, lagu milik Sri Rejeki. Dia sudah bisa mengiringi CD musik Sri Rejeki. Aku sampai terperangah melihat kemajuannya. Aku pikir, “gila juga bakat dan kesungguhan Wulan ini!”

Sedang bermain biola di rumah.
Sedang bermain biola di rumah.

Setiap pagi, begitu matanya melek, dia ambil biola dan mulai ngak-ngek-ngok menggesek biolanya. Dia beli CD milik Bond, Vanessa Mae, dan The Corrs yang banyak menggunakan biola sebagai instrumen utama dalam bermusik. Biasanya, dia mendengarkan satu lagu di malam hari, siang harinya dia sudah bisa mengikuti alunan biola dalam lagu itu yang terdengar dari CD, nyaris sempurna.

Namun, apa yang terjadi dengannya dua bulan belakangan ini? Dia sudah jarang memegang gitar dan biolanya. Hampir tiap hari dia pulang larut malam. Paginya dia tidak mengekspolarasi alat musik. Dia asyik mencoret-coret kertas. Ketika aku tanya, ternyata dia mulai mengarang lagu. Ya ampun! Cepat sekali perkembangan anak ini. Aku lihat, dia punya buku tulis sederhana berwarna pink yang kucel banget. Isinya ada beberapa bait puisi pendek-pendek. Setidaknya, ada delapan judul. Dia memegang gitar lalu mulai berdendang dan menuliskan akordnya. Dalam sepuluh menit, satu puisi sudah memiliki akord penuh. Sambil tertawa, dia bilang, “ternyata ngarang lagu itu gampang banget, Mbak.” Sambil garuk-garuk kepala aku mengangguk-angguk saja.

Beberapa hari kemudian dia SMS minta tolong menerjemahkan satu syair lagunya ke dalam Bahasa Inggris. Aku turuti saja kemauannya. Begitu syairnya selesai kuterjemahkan, dia pegang gitar. Sambil berdendang, dia memainkan gitarnya dengan sesekali dia berhenti dan menuliskan akord pada syair itu. Tidak sampai lima menit selesai. Dia bilang bahwa itu menjadi lagu yang sama sekali berbeda dibanding versi Bahasa Indonesianya. Kembali aku bengong.

Hari berikutnya, dia ribut mau pinjam notebook punyaku. Dia ingin menginstal satu program musik. Aku tanya, untuk apa program musik itu. Dia bilang untuk mengaransemen musik. Weleh-weleh, dia berputar dan berkembang begitu dahsyat.

Akhir-akhir ini, dia sibuk membuat portofolio grup bandnya. Dia pinjam kamera digitalku. Dia minta diajari membuat tulisan mengenai segala sesuatu tentang grupnya. Dia juga sibuk membuat sesuatu di notebookku ketika aku berakhir pekan ke Magelang. Wulan bercerita bahwa dari semua anggota Permaisuri Band, hanya dia yang bisa mengoperasikan komputer. Bahkan temannya yang saat ini duduk di bangku kuliah pun tidak bisa mengoperasikan MS Words. Aku bertanya-tanya, ternyata hari gini masih ada juga yang buta komputer.

Sampai dengan hari ini, aku masih lihat Wulan pergi menyandang tas gitar listriknya untuk berlatih di studio grup musiknya. “Besok mau ngisi acara Djarum (sebuah merk rokok) di Secang, Mbak. Latihan hari ini dua kali. Pagi dan malam. Biasanya sih cuma sekali, dari pagi sampai malam, tapi karena tetangga dekat studio mengadakan pengajian jam dua siang, ya mau nggak mau kita harus break,” kata Wulan.

Begitulah Wulan. Adikku yang paling kecil yang ternyata sudah tidak kecil lagi. Dia yang sangat perasa dan sangat ekspresif, tapi tidak pernah mendendam pada siapa pun, tampaknya masih akan terus berkreasi, berkarya, dan berkembang.

Anik Magelang



KOMENTAR PEMBACA:
selamat berkreasi, bereksplorasi dan sukses selalu
Oleh eko magelang, 27-05-2008 06:48:00
sip pokoknya
Oleh Sri Redjeki Band, 24-07-2008 21:40:53
Tulis Komentar
Nama:
Situs Web:
Judul:
Security Image
Harap menuliskan kode anti-spam yang dapat anda baca pada gambar.
 
 
   
   

Anda berada di: Beranda arrow Inilah Saya! arrow Wulan
Pencarian oleh Google